Terjaga

Pukul 0: 28 WIB

Andaikan mereka dapat berbicara

“Otakku, kenapa juga kamu belum lelah dan belum menyerah memaksaku untuk selalu menulis apa yang kamu pikirkan, tidakkah kamu lelah? Aku, tangan yang mengetik apa yang ingin kamu sampaikan sudah pegal dan muak mengikuti inginmu sejak tengah malam kemarin. Kenapa kamu egois seperti ini terhadapku?”

“Tidak, tidak boleh. Jika aku istrihat membawa pikiran-pikiran ini, nanti bisa lenyap dan tidak akan ku temui lagi. Kamu adalah mediaku.”

“Tapi aku capek.”

“Tapi aku lebih capek menahan beban ini.”

Pikiran-pikiran ini menuntunku untuk menulis apa yang ingin aku tulis, padahal aku tidak tahu harus menulis apa, namun tetap saja ingin menulis.

“Mau menulis apa?”

“Menulis apa yang ingin aku tulis.”

Tamat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s