Produktivitas sebagai Bukti Eksistensi Perempuan dalam Film 𝘚𝘢π˜₯π˜₯𝘦𝘯𝘭𝘺 π˜šπ˜¦π˜·π˜¦π˜―𝘡𝘦𝘦𝘯

Big Liang Vs Little Liang

Film Cina berjudul 𝘚𝘢π˜₯π˜₯𝘦𝘯𝘭𝘺 𝘚𝘦𝘷𝘦𝘯𝘡𝘦𝘦𝘯 menceritakan Liang yang mencintai pacarnya begitu dalam, Mao. Baginya, Mao adalah segalanya, prince. Hubungan mereka berjalan selama sepuluh tahun sejak Mao menyatakan cintanya pada Liang sewaktu masih menjadi mahasiswa. Liang adalah seorang pelukis, sebelum ia mengenal cinta cita-citanya adalah menjadi pelukis hebat bahkan ia memiliki mimpi keluar negeri untuk mengembangkan bakatnya. Sayang, mimpi itu terkubur demi untuk bersama dengan sang prince, Mao. Hubungan mereka yang begitu lama membuat Liang menanti lamaran Mao. Namun, kenyataan ternyata tidak sesuai dengan harapan.

Di suatu pagi, di meja dapur ketika mereka sedang sarapan, Liang berharap Mao melamarnya. Liang memandangi pangerannya dengan penuh cinta. Sambil tersenyum, Liang menyelipkan tangannya di balik jas Mao, memasukkan tangannya ke dalam kantong kemeja mao dan mengambil cincin berlian. Liang optimis, dikira cincin itu akan digunakan untuk melamarnya. Namun, pernyataan Mao ternyata menghancurkan hatinya, “Cincin itu hadiah untuk Istri Tuan Gao,” bos kantornya. Karena begitu pentingnya perusahaan, bagaimanapun caranya Mao harus tetap mendapatkan hati Tuan Gao. Baginya, Tuan Gao adalah segalanya. Liang tidak bisa mengeskpresikan kekecewaannya, dia melampiaskannya dengan memakan semua camilan simpanannya yang telah ia segel. Dalam keadaan patah hati, apapun ia lakukan untuk menenangkan dirinya hingga suatu ketika ia menyimak iklan di tv yang menampilkan iklan coklat ajaib, coklat yang dapat membangkitkan jiwa muda bagi para penikmatnya. Iklan yang sesuai dengan keadaan Liang, ia langsung memesan coklat tersebut dan tiba pada esok harinya.

Dalam perjalanan menuju acara pernikahan sahabatnya, Liang dihentikan oleh pemilik coklat ajaib yang ia pesan sesuai iklan di tv. Begitu menerima coklat itu, si pemilik langsung hilang.

Liang tiba di acara pernikahan sahabatnya, namun Mao datang terlambat dan kedatangannya ke pesta hanya beberapa menit. Liang berharap Mao melamarnya saat itu juga, ia mengakui perasaannya di tempat umum di tengah tamu undangan dengan harapan pangeran Mao akan melamarnya. Namun, Liang dipermalukan, Mao tidak siap dan ia pergi begitu saja karena panggilan dari Tuan Gao lebih penting dari segalanya. Tidak terima dengan kenyataan itu, Liang pun mengejarnya. Liang mengemudi dalam keadaan syok, Mao tidak mengangkat telponnya, ia mengemudi begitu kencang hingga Liang tidak dapat mengejarnya. Satu kali jawaban dari panggilan Liang diterima oleh Mao, namun dengan jawaban yang tidak disangka-sangka, “kita break up.”

Liang terpuruk saat itu juga, tangannya gemetaran memegang kemudi stir mobilnya. Ia berusaha menerima kenyataan, meraih apa yang ada di dekatnya hingga berujung pada coklat ajaib. Liang pun memakan satu biji coklat ajaib dan beberapa menit kemudian, jiwa tua Liang yang berusia 28 tahun berubah menjadi 17 tahun. Belum sadar dengan dirinya yang berjiwa 17 tahun yang ia sebut sebagai Little Liang. Ia akhirnya menabrak mobil yang ada di depannya. Pikiran dan pandangannya tidak karuan, jiwa muda yang berada di masa depan.

Sahabatnya menelpon, namun little Liang tidak bisa mengaplikasikan smartphone, hingga ia dibantu oleh salah seorang pekerja yang bertugas menyebarkan selebaran poster. Little Liang begitu bingung hingga akhirnya ia menyadari kenyataan bahwa di dalam dirinya ada dua jiwa, jiwa tua dan jiwa muda. Jiwa tuanya yang memahami dunia dan jiwa muda yang lebih mengutamakan egonya.

Little Liang terbebas, ia tidak menyangka kalau dirinya, Big Liang tidak menjadi pelukis sesuai mimpinya, tidak belajar keluar negeri, dan menguburkan mimpinya hanya untuk bersama dengan laki-laki dambaannya, Prince Mao. Litte Liang yang energik dan lebih produktif dari pada Big Liang yang telah mengubur mimpinya demi cinta pangeran yang telah mencampakkannya.

Kebebasan Little Liang tidak dapat lagi dihentikan, hingga suatu ketika ia bertemu dengan lelaki yang membuatnya jatuh hati, Ying. Didalam sebuah kereta, ia melukis Ying secara diam-diam. Namun, Big Liang saat itu telah kembali dan meninggalkan kereta, lukisan dan kejadian tatapan mata dengan Ying.

Lukisan Ying yang dibuat Little Liang tersebar, dengan kombinasi warna yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar hingga hasilnya diminati oleh Tuan Gao, bos pangeran Mao. Bagaimanapun caranya, Tuan Gao harus mendapatkan Liang sebagai agen yang dapat menguntungkan perusahaannya. Mao tidak yakin dengan kemampuan melukis Liang yang telah vakum selama sekian tahun lamanya. Namun, karena kebutuhan perusahaan dan keinginan Tuan Gao, akhirnya ia menerima tantangan untuk mendapatkan karya Liang. Ia meminta waktu 48 jam untuk mememnuhi keinginan Tuan Gao.

Mao mengundang Liang untuk bertemu, Liang yang masih mengharapkan pangerannya, tetap optimis dan menerima undangan itu. Mood Liang rusak ketika ia melihat Mao dengan sekretarisnya, seorang perempuan. Mao meminta Liang untuk membantunya, melukis suatu karya untuk kepentingannya. Big Liang rela melakukan apa saja demi kembalinya sang Prince Mao. Namun, Big Liang tidak mampu melukis, tangannya gemetar memegang pensil. Ia meminta izin untuk sementara ke belakang, namun diam-dian ia meminta bantuan Little Liang untuk memenuhi keinginan pangerannya. Little Liang setuju. Ia pun kembali ke meja pertemuan, namun Little Liang tidak menepati janjinya pada Big Liang. Ia pergi menemui Ying.

Kehadiran Little Liang membawa keberuntungan, ia benar-benar berbakat dan menguntungkan Tuan Gao, ia terikat kontrak kerja dengannya dan memberi Big Liang kesempatan untuk berkarya dan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Liang benar-benar sukses dan satu kantor dengan Mao. Dengan produktivitas dan hasil kerja Liang membuat Mao berubah pikiran. Ia yang awalnya berselingkuh dan lebih memilih sekretarisnya dari pada Liang yang pasif, kini lebih memilih Liang yang produktif dan meninggalkan sekretarisnya. Big Liang yang sukses membuat Mao kembali lagi dan menebus kesalahannya, penghianatan atas janjinya sendiri untuk menikahi dan tidak meninggalkan Liang.

Saya sebagai penikmat film seharusnya menikmati, namun sebaliknya malah berpikir kemungkian-kemungkinan baru mengapa Liang ditinggalkan.

Apakah Mao meninggalkan Liang karena, (1) Ia tidak cinta lagi dengan Liang? (2) Ia lebih memilih sekretarisnya karena perasaan yang tumbuh akibat kebersamaan dan seringnya bertemu bahkan bersama sepanjang hari? (3) Ia meninggalkan Liang karena tidak produktif?

Jawabannya adalah yang ketiga, Liang ditinggalkan karena ia pasif dan dibutuhkan lagi dengan sekian alasan, tidak terkecuali “janji-janji masa lalu” karena ia menjadi lebih produktif dan menjadi wanita karir. Mao berpaling pada sekretarisnya karena Liang lebih produktif. Artinya, eksistensi Liang diakui ketika menjadi subjek yang produktif dan laki-laki juga memiliki sifat materialis sama halnya dengan perempuan, namun pada konteks dan kapasitas yang berbeda. Dalam konteks film ini, Liang tidak hanya dapat menjadi pasangan, namun juga menjadi simbol eksistensi diri bagi Mao dalam bentuk status sosial.

Tamat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s